Program Literasi
  1. Program “15 Menit Membaca Senyap” (Literasi Baca-Tulis) : Program ini adalah inisiatif paling umum dalam Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang fokus pada pembiasaan membaca. Setiap hari sebelum memulai pelajaran pertama, seluruh warga sekolah (siswa, guru, dan staf) wajib membaca buku non-pelajaran (fiksi atau non-fiksi) selama 15 menit dalam suasana hening.
  2. Pojok Baca/Mading: Membuat sudut baca yang nyaman di kelas atau mading untuk menampilkan karya literasi siswa, seperti puisi, cerpen, atau ulasan buku.
  3. Pojok Baca Estetika (Reading Corner): Penataan ulang ruang baca dengan desain menarik dan ramah anak. Penambahan tanaman hias, mural bertema literasi, dan papan inspirasi kutipan buku.
  4. Pojok Literasi Digital: Menyediakan komputer dan tablet untuk akses e-book dan bahan bacaan digital. Mendorong siswa mengenal literasi digital dan sumber informasi daring yang valid. 
  5. Program “Satu Hari Satu Bacaan” : Setiap siswa membaca minimal satu artikel, buku, atau cerita setiap hari. Hasil bacaan dituangkan dalam jurnal literasi.
  6. Lomba Kreasi Literasi: Mengadakan perlombaan untuk mengapresiasi karya siswa, seperti lomba menulis cerpen, lomba membaca puisi, mendongeng, membuat poster literasi, pidacil, dan lomba pidato. Pemenang mendapatkan penghargaan dan karyanya dipajang di perpustakaan.
  7. Kegiatan Bedah Buku dan Sharing Inspiratif: Diskusi santai bersama guru dan siswa mengenai isi buku pilihan. Menghadirkan narasumber tamu, seperti penulis lokal atau alumni berprestasi.
  8. Kunjungan Perpustakaan: Menjadwalkan kunjungan rutin ke perpustakaan sekolah untuk membantu siswa menemukan dan mengakses sumber bacaan yang beragam. Memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat belajar.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait